Cacing pada Kucing, Gejala, & Pengobatannya

Cacing merupakan parasit yang seringkali dijumpai pada hewan peliharaan. Beberapa jenis cacing dapat menginfeksi kucing dan dapat menyerang organ-organ tubuh kucing Anda seperti pencernaan, hati, atau paru-paru. Kucing dapat terinfeksi cacing melalui telur cacing yang tidak sengaja tertelan. Kutu terkadang juga dapat membawa telur cacing sehingga dapat menimbulkan kucing terinfeksi. Gejala yang ditimbulkan oleh infeksi cacing pun bermacam-macam. Bahkan pada infeksi ringin, kucing tidak menunjukkan gejala sakit. Selain dapat mengganggu metabolisme tubuh kucing, cacing juga dapat menular pada manusia. Oleh karena itu, penting untuk menjaga hewan peliharaan Anda jauh dari infeksi cacing dengan konsumsi obat cacing yang rutin.

Bagaimana Gejala Cacingan pada Kucing?

Diare (dapat disertai butiran seperti beras, terkadang menempel pada anus)
Potongan segmen cacing terdapat pada kotoran
Kotoran berdarah
Kucing sering menjilat anus
Muntah (namun tidak semua muntah menandakan kucing terinfeksi cacing)
Batu secara terus-menerus
Berat badan turun
Pneumonia
Nafsu makan turun
Lesu
Bulu terlihat kusam dan berdiri
Bulu rontok
Kucing merasa gatal pada bagian anus
Anemia
Perut kembung
Perut buncit

Cara Mengetahui Adanya Cacing dalam tubuh Kucing

1. Memeriksa Kotorannya
Periksa konsistensi kotoran (padat, lembek, cair)
Periksa apakah terdapat segmen cacing yang ikut keluar bersama kotoran
Periksa bulir-bulir putih berbentuk seperti beras. Itu merupakan fase proglotid pada cacing
Periksa adakah darah pada kotorannya. Apabila ada darah, menandakan dinding usus atau lambung kucing terluka. Luka tersebut dapat juga disebabkan oleh cacing yang merusak dinding usus untuk mendapatkan makanan
Ambil sedikit sampe kotoran dan periksakan ke dokter hewan

2. Waspadai Muntah pada Kucing
Cacing dapat ditemukan juga pada muntahan kucing
Periksa muntahan kucing Anda. Cacing biasanya dapat dilihat berupa benang-benang halus berwarna putih pada muntah
Perhatikan sesering apa kucing Anda muntah

3. Timbang Berat Badan Kucing
Selalu lakukan penimbangan berat badan pada kucing secara rutin minimal seminggu sekali
Waspadai penurunan berat badan yang signifikan pada kucing
Perhatikan kucing yang tubuhnya semakin kurus dengan perut yang membuncit

4. Perhatikan Bulu Kucing
Perhatikan kesehatan dan kelembapan pada bulu dan kulit kucing
Kucing yang cacingan bulunya akan terlihat kusam, kering, dan berdiri

5. Periksa Warna Gusi Kucing
Warna gusi normal pada kucing adalah merah atau merah muda
Gusi yang berwarna pucat mengindikasikan terjadinya anemia dalam tubuh kucing
Anemia dapat disebabkan oleh cacing yang menyerap nutrisi dalam jaringan tubuh kucing atau karena infeksi sehingga terjadi perdarahan di dalam tubuh kucing

Kerugian Akibat Infeksi Cacing

Gangguan metabolisme tubuh, seperti kerusakan dinding usus, kerusakan hati, dll
Cacing menghisap sari makanan yang dibutuhkan tubuh. Sehingga menyebabkan berat badan turun dan kurus
Menimbulkan penyumbatan pada usus, saluran empedu dan pembuluh darah
Menghisap darah sehingga dapat menyebabkan anemia
Merusak selaput lendir pada usus
Kerusakan jaringan organ
Menimbulkan luka di dalam tubuh yang mengakibatkan infeksi oleh mikroorganisme

Jenis Cacing yang Menyerang kucing

1. Cacing Gilig (Round Worm)
Toxocara cati atau Toxocaris leonina
Berwarna putih atau kuning kecokelatan
Panjang sekitar 5 – 10 cm
Gejala : perut buncit, sering muntah, diare (konsistensi kotoran lembek atau cair), ditemukan cacing pada kotoran dan muntah, lesu, lemah
Penularan : kucing memakan telur cacing, kucing memakan tikus yang terinfeksi
Dapat menular ke manusia

2. Cacing Tambang
Ancylostoma braziliense, cacing gilik dengan ukuran sangat kecil
Panjang tidak lebi dari setengah centimeter
Gejala : Diare (konsistensi kotoran lembek atau cair), terdapat darah pada kotoran, lesu dan lemah akibat anemia, perut terasa sakit
Penularan : kucing memakan telur cacing, cacing masuk melalui pori-pori kulit
Dapat menular ke manusia melalui pori-pori kulit

3. Cacing pita (Tape Worm)
Dypilidium caninum atau Taenia taeniaeformis
Bentuknya bersegmen, mirip seperti butiran beras
Gejala : Ditemukannya segmen cacing berbentuk seperti butiran beras pada kotoran dan bulu sekitar anus, ditemukan cacing pada muntahan, penurunan berat badan
Penularan : kutu yang terinfeksi cacing pita tidak sengaja termakan, kucing memakan tikus yang terinfeksi

Pencegahan Cacing pada Kucing

Menjaga kebersihan kucing
Menjaga kondisi lingkungan kucing tetap bersih seperti kandang, taman, dan lantai ruangan
Memandikan kucing secara rutin
Menjaga kulit dan bulu kucing dari kutu
Menghindari kontak kucing dengan tikus
Memberikan obat cacing pada kucing

Pengobatan Cacing pada Kucing

Berikan obat cacing pada kucing usia 3 – 8 minggu dengan pemberian 2 – 3 minggu sekali, kemudian obat cacing diberikan setiap bulan hingga mencapai usia 6 bulan
Untuk kucing usia 6 bulan ke atas berikan obat cacing 1 – 3 bulan sekali
Untuk induk dan anakan kucing yang sedang menyusui, berikan obat cacing hanya pada induknya saja. Konsumsi obat cacing pada induk kucing akan diteruskan melalui air susunya pada anak kucingnya
Basmi kutu pada kucing dengan memandikan kucing menggunakan shampo anti-kutu
Konsultasikan bersama dokter hewan untuk membasmi cacing sekaligus kutu pada kucing Anda

sumber:rajapetshop.com