5 Fakta Kodkod, Kucing Liar Kecil yang Hidup di Pepohonan

Kodkod (Leopardus guigna) merupakan kucing liar dengan banyak sebutan lain seperti guiñahuiñaguigna, atau Chilean cat. Hewan ini merupakan satu dari sekitar 40 spesies kucing liar yang telah diketahui.

Kucing ini merupakan predator dari berbagai jenis hewan pengerat, reptil, burung, serta serangga-serangga besar, seperti dilansir situs Animal Diversity Web. Namun, kabar buruknya adalah hewan ini dinyatakan berstatus rentan oleh IUCN akibat penurunan populasi yang drastis. Mengapa bisa demikian? Ayo, simak fakta menarik tentang Kodkod di bawah ini!

credit : a-z-animals.com

 

1. Ditemukan di Chile dan Argentina

Kodkod bukan jenis kucing yang bisa dijumpai di seluruh dunia. Situs Animal Diversity Web melansir, Kodkod hanya ditemukan di Chile tengah dan selatan, pegunungan Andes, dan Argentina barat.

International Society for Endangered Cats (ISEC) Canada melaporkan, populasi Kodkod paling tinggi terdapat di Chile Selatan. Hal ini dikarenakan aktivitas manusia di daerah tersebut lebih rendah dibandingkan dengan di area yang lain, serta terdapat area dilindungi yang luas, sehingga kodkod bebas dari ancaman manusia.

 

2. Termasuk hewan arboreal

Kucing umumnya beraktivitas dan tinggal di permukaan tanah. Namun, Kodkod memiliki gaya hidup yang berbeda. Animal Diversity Web melansir, hewan ini bersifat terrestrial dan arboreal sekaligus.

Kodkod senang mendiami berbagai tipe hutan yang berada di ketinggian 1.900 hingga 2.500 meter. Kucing ini akan memanjat pepohonan yang ada di hutan untuk membangun tempat berlindung yang aman dari ancaman predator. Tempat yang tinggi tersebut juga memudahkan Kodkod untuk mencari mangsa.

 

3. Ukuran tubuh cukup kecil untuk seekor kucing liar

Meskipun berstatus kucing liar, ternyata tubuh Kodkod terbilang kecil. International Society for Endangered Cats (ISEC) Canada melaporkan, panjang tubuh Kodkod hanya sekitar 37 hingga 51 centimeter, ditambah ekor sepanjang 20 hingga 25 centimer.

Selain itu, berat tubuh kucing ini juga hanya berkisar antara 1,5 hingga 3 kilogram saja. Meskipun bertubuh mungil, tetapi Kodkod merupakan predator yang tangguh.

 

4. Bisa melahirkan 1 hingga 4 ekor anak untuk setiap periode kebuntingan

Sebenarnya, informasi seputar reproduksi Kodkod masih belum diketahui secara akurat karena hewan ini kian langka. Namun, dilansir Animal Diversity Web, kucing ini mengalami dewasa kelamin sekitar usia 24 bulan, baik jantan mau pun betina.

Usia kebuntingan berkisar antara 72 hingga 78 hari. Ketika waktunya tiba, Kodkod bisa melahirkan 1 hingga 4 ekor anak sekaligus.

 

5. Jumlah populasi terus menurun

Sayangnya, populasi kucing yang satu ini terus menurun di habitat aslinya. IUCN menetapkan status Kodkod sebagai vulnerable atau rentan, sehingga dapat dikatakan hewan ini sangat berisiko untuk mengalami kepunahan di alam.

Dilansir International Society for Endangered Cats (ISEC) Canada, beberapa faktor penyebab penurunan populasi tersebut antara lain akibat perusakan hutan yang merupakan habitat Kodkod dan perburuan liar. Selain itu, Kodkod juga mati karena diburu anjing yang merupakan predator alaminya dan juga mati akibat kecelakaan karena tertabrak kendaraan.

Kodkod adalah salah satu kekayaan fauna yang sepatutnya dijaga agar bisa tetap eksis. Semoga usaha pelestarian kodkod dapat dilakukan dan anak cucu kita masih bisa menyaksikan hewan ini di masa yang akan datang.

 

source : idntimes.com
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *