Hernia Pada Kucing, Bagaimana Mengatasinya?

credit : freepik.com

Catlovers ternyata hernia bukan hanya terjadi pada manusia pada kucing pun kasus ini bisa terjadi. Hernia merupakan penonjolan keluar dari suatu organ atau bagiannya melewati suatu cincin yang masih di dalam rongga anatomis tubuh. Hernia biasanya terjadi penonjolan keluar dari isi abdomen melewati lubang pada dinding abdomen, diafragma, atau perineum. Adanya cincin atau dinding yang terbuka merupakan faktor utama terjadinya hernia. Bagian anatomis terjadinya hernia biasanya digunakan  untuk klasifikasi hernia.

Hernia dapat diklasifikasi menjadi hernia dapatan maupun kongenital. Hernia dapatan dapat disebabkan oleh salah satunya adalah trauma bedah atau terbukanya luka sayatan bedah.

“Terapi yang dapat dilakukan untuk menangani kasus ini adalah tindakan pembedahan abdomen ventral medianus untuk mengeksplorasi cincin hernia. Keberhasilan dari tindakan bedah ini tergantung dari tingkat keparahannya”, ujar drh. Adistya Putra Rizki.

Pembagian Hernia

Secara klinis hernia dibagi menjadi :

  1. Hernia reponabilis yaitu dapat dimasukkan tanpa operasi,
  2. Hernia irreponabilis yaitu hernia tidak dapat kembali tanpa harus dioperasi (strangulasi), dan
  3. Hernia ingkar serata adalah hernia irreponabilis disertai gejala illeus, akibat mengalami perlengketan. Berdasarkan dapat tidaknya hernia terlihat dari luar, maka hernia dapat dibagi menjadi hernia internal dan hernia eksternal. Ketika penonjolan dapat didorong masuk kembali ke abdomen, hernia dikatakan redusibel. Ketika tidak dapat, hernia dikatakan ingkar serata. Hernia ingkar serata menjadi strangulasi jika suplai darah ke jaringan kurang.

 

Tipe hernia paling umum adalah hernia umbilical. Hernia tersebut terjadi ketika pusar perut anak kucing tidak tertutup dengan baik setelah lahir. Lubang yang biasanya sedikit kecil dan muncul sebagai kantung ditengah perut, ditutupi oleh kulit.

Hernia umbilikus tidak akurat dan dapat diperbaiki ketika hewan steril. Perbaikan hernia umbilikus melalui pengambilan beberapa jahitan pada dinding abdominal dan kulit. Insisi steril biasanya dapat diperluas sampai ke dalam dan kemudian penutup hernia umbilikus.

Tipe lain, disebut dengan hernia inguinal, muncul sebuah kantung pada regio paha. Lemak abdominal atau organ dapat didorong keluar dari lubang ini pada dinding abdominal. Hernia inguinal dapat karena gangguan congenital atau terjadi sebagai hadil dari trauma fisik. Hernia inguinal biasanya tidak berbahaya, tapi karena dapat meluas, harus segera ditangani.

Dua hernia lain yang biasanya ditemukan pada kucing adalah hernia diafragmatika. Tipe hernia ini terjadi pada rongga dada dan didiagnosa dengan sinar X. Hernia diafragmatika sering terjadi karena trauma. Hernia perikardial diafragmatika merupakan gangguan congenital.

Hernia abdominal biasanya terjadi sekunder sampai trauma, seperti kecelakaan atau luka gigitaan, adakalanya terjadi sebagai lesi congenital.

Hernia abdominal cranial conginetal (dengan kata lain cranial sampai umbilicus) telah dilaporkan berhubungan dengan peritoneoperikardial hernia diafragmatika pada anjing dan kucing. Hernia abdominal adalah hernia semu karena tidak mengisi kantung hernia. Ketika dihubungkan dengan trauma benda tumpul, hernia tersebut muncul sebagai hasil dari rupture dinding dari dalam disebabkan oleh peningkatan pada tekanan intraabdominal saat otot abdominal berkontraksi.

Kebanyakan area umum untuk hernia abdominal traumatika adalah region prepubis dan flank. Hernia ligamentum pubis kranial sering dihubungkan dengan fraktur pubis. Hernia parakostal dapat bermigrasi dari isi abdominal sepanjang dinding thoraks. Pada kasus yang jarang isi abdominal masuk ke dada karena kecacatan otot interkostal.

Lebih jauh Adis menuturkan bahwa jika beberapa anak kucing terlahir dengan hernia, yang dimana lubang pada otot yang seharusnya secara normal padat. Gangguan ini biasanya tidak serius dan dapat dikembalikan dengan prosedur operasi sederhana.

“Kebanyakan hernia abdominal dapat dikembalikan dengan menjahit tepi otot atau dengan menangani gangguan tepi dinding abdominal sampai pubis, tulang rusuk, atau batas fasia. Lubang buatan harus digunakan untuk mengembalikan kecatatan pada kasus yang jarang. Beberapa hernia (misalnya strangulasi intestinal, obstruksi urinary, dan trauma organ konkuren) memerlukan pembedahan,” ungkap Adis.

Perbaikan dinding hernia abdominal umumnya dilakukan dengan pembedahan, dan oleh karena itu terdiri dari proporsi signifikan dari trainee teaching time.

Tindakan pembedahan dilakukan dengan cara menjahit lubang atau cincin hernia. Terdapat beberapa metode untuk memperbaiki hernia, yaitu :

  1. Perbaikan secara tradisional, yaitu insisi dilakukan diatas lokasi hernia. Jaringan yang keluar dikembalikan kembali ke dalam ruang abdomen. Kantong dilepaskan dan jaringan yang kuat dijahit diatas kerusakan. Tipe perbaikan ini dapat menyebabkan tekanan dan jaringan yang dijahit diatasnya dapat menyebabkan rasa sakit. Kemungkinan terulangnya hernia juga tinggi.
  2. Perbaikan tanpa tegangan, yaitu sebuah lubang khusus digunakan untuk memperbaiki daerah yang lemah. Prosedur ini dapat memperbaiki area yang rusak tanpa adanya tekanan pada jaringan.
  3. Laparoskopi, yaitu dilakukan insisi yang kecil pada abdomen. Melalui lubang tersebut dilakukan operasi perbaikan hernia.

 

Source : “Cat & Dog” Magazine
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *