Jangan Anggap Sepele, Ini 5 Penyebab Kucing Muntah

Muntah adalah kondisi yang bisa dialami hewan peliharaan, termasuk kucing. Namun, pada kucing, sulit membedakan antara muntah, regurgitasi, dan batuk.

Ini semua sangat berbeda serta datang dengan kemungkinan penyebab berbeda. Muntah adalah gerakan aktif mengeluarkan isi perut dan usus kecil kucing melalui mulut.

Ini berbeda dengan regurgitasi, yang merupakan gerakan pasif dan tidak ada kekuatan yang diperlukan untuk mengeluarkan isi perut melalui mulut kucing. Hal ini kerap dikira kucing sedang batuk karena tidak ada apa pun yang keluar dari mulutnya.

Kucing muntah bisa menunjukkan adanya gangguan pencernaan, masalah makanan dan pola makan, bahkan masalah kesehatan serius.

credit : halodoc.com

 

Dikutip dari PET MD dan The Spruce Pets, berikut beberapa penyebab kucing muntah.

Bola rambut

Kucing terkadang bisa memuntahkan bola rambut atau hairball, terutama kucing berbulu panjang. Saat kucing peliharaan merawat dirinya sendiri, struktur kecil seperti kait pada lidahnya menangkap bulu yang terlepas dan mati, kemudian tertelan.

Sebagian besar bulu melewati saluran pencernaan tanpa masalah, tetapi terkadang bulu tetap berada di perut dan membentuk bola rambut. Biasanya, kucing akan memuntahkan cairan bening sebelum hairball.

Meski terkadang dianggap normal dan bukan masalah, penting dicatat bahwa memuntahkan hairball tidak boleh sering, menyakitkan, atau sulit dilewati kucing.

Beberapa makanan dan camilan kucing komersial diformulasikan untuk membantu mencegah pembentukan bola rambut.

Dengan menerapkan jadwal perawatan bulu secara teratur dapat membantu menyingkirkan bulu-bulu longgar sehingga mencegahnya tertelan saat kucing merawat dirinya sendiri.

Makanan dan perubahan pola makan

Kucing yang makan terlalu banyak atau terlalu cepat dapat memuntahkan makanan. Kucing juga dapat memuntahkan makanan jika merada mual setelah makan, ada benda asing yang menghalangi makanan untuk masuk ke usus kecil, atau kucing memiliki alergi makanan.

Selain itu, perubahan jadwal makan atau makan lebih lambat dari biasanya dapat membuat kucing muntah. Terlalu cepat mengganti makanan kucing juga bisa menyebabkan kucing muntah.

Maka itu, saat mengubah makanan kucing ke diet baru, disarankan melakukannya secara bertahap selama periode satu hingga dua minggu untuk mengurangi jumlah makanan kucing saat ini sambil meningkatkan jumlah makanan kucing baru.

Gangguan pencernaan

Sama dengan manusia, perut kucing menghasilkan berbagai cairan lambung serta asam klorida untuk mencerna makanannya.

Namun, jika kucing melewatkan waktu makan atau tidak diberi makan tepat waktu, penumpukan asam tersebut dapat mengiritasi perut serta menyebabkan kucing muntah. Kucing dengan gangguan pencernaan dapat memuntahkan busa kuning atau busa putih.

Apabila muntahan kucing ini disebabkan gangguan pencernaan, dokter hewan akan menyarankan Anda memberi makan kucing dalam porsi kecil dan sering pada waktu yang sama sepanjang hari guna mengurangi penumpukan asam lambung.

Radang perut

Kucing peliharaan yang dibebaskan bermain di luar rumah kemungkinan akan memakan hal-hal yang seharusnya tidak boleh dimakan. Hal ini bisa menyebabkan perutnya teriritasi atau peradangan pada perut oleh makanan tersebut.

Ketika ini terjadi, Anda mungkin melihat muntah cairan bening selain muntah darah atau empedu. Selain itu, kucing juga menunjukkan penurunan nafsu makan, sikap tertekan, lesu, atau dehidrasi. Segera bawa kucing ke dokter hewan untuk mendapat penanganan tepat.

Penyebab lainnya

Beberapa penyebab kucing muntah lainnya adalah parasit, sembelit, adanya benda asing pada saluran usus, menelan racun, diabetes, penyakit ginjal, hipertiroidisme, penyakit radang usus, kanker, penyakit ginjal, penyakit hati, diabetes mellitus, serta penyakit neurologis.

 

source : kompas.com
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *