Tanda-tanda Dehidrasi Kucing yang Harus Kamu Perhatikan


Dehidrasi, atau hypohydration, adalah situasi yang sangat serius dan bahkan berpotensi mengancam jiwa yang dapat mempengaruhi kucing. Walaupun tidak terlalu sering dikhawatirkan, dehidrasi dapat dan akan muncul setiap kali kucingmu mengalami kelebihan elektrolit dan air yang dikeluarkan dari tubuhnya.

Dengan kata lain, jika kucing tidak mengonsumsi cukup air dan elektrolit, mereka akan berisiko mengalami dehidrasi.

1. Kucing sangat mirip dengan sebagian besar mamalia lain di planet ini dalam artian bahwa mereka juga terdiri dari hampir 60% air

Walaupun dehidrasi dapat menjadi kronis (artinya tidak terlalu serius tetapi akan berlangsung lebih lama) atau akut, tapi bisa menjadi jauh lebih serius dan memerlukan penanganan segera oleh dokter hewan, karena dapat mempengaruhi semua jenis kucing tidak peduli berapa usia atau jenisnya.

Entah kucing yang lebih muda, lebih tua dan kucing yang memiliki kondisi kesehatan khusus juga malah akan lebih rentan untuk terkena dehidrasi.

2. Tanda-tanda kucing dehidrasi

Mata: mata kucing akan mulai tampak murung, cekung dan ‘kusam’, atau bahkan mengantuk.
Kelesuan: kucing akan tampak lebih malas dari biasanya, juga lebih mengantuk dan tidak interaktif atau ingin bermain denganmu.
Denyut jantung: mereka akan memiliki denyut jantung yang meningkat.
Terengah-engah: ketika melihat mereka bernapas sangat cepat dengan mulut terbuka, itu adalah tanda bahwa mereka terlalu panas dan dehidrasi.
Gusi: Gusi kucing akan mulai terasa seolah-olah lengket dan kering dan tidak lembap.
Tidak minum: perhatikan bahwa kucing tidak minum air atau mereka bahkan minum air yang sangat banyak.
Sembelit: ini akan terjadi karena tubuh kucing akan berusaha sekuat tenaga untuk menghemat sedikit air yang sudah ada dalam sistem mereka, yang berarti ia akan mulai mencoba dan menyerap kembali sebanyak mungkin air dari kotoran ketika melewati usus mereka.
Jumlah buang air kecil yang jarang: pastikan kamu periksa seberapa sering mereka pipis.
Kehilangan nafsu makan: kucing mungkin mulai menolak makan.

3. Kondisi medis khusus

Ada beberapa kondisi medis yang bisa dimiliki kucing yang akan memicu dehidrasi. Jika kucing mengeluarkan air liur atau mengalami peningkatan jumlah buang air kecil, mereka akan kehilangan banyak air. Ini akan meningkatkan risiko mereka mengalami dehidrasi. Dehidrasi juga akan dikaitkan dengan memiliki obstruksi saluran kemih atau bahkan heatstroke.

4. Ada hubungannya dengan pola makan yang seringkali terlampau kering

Jika kucingmu makan dry food, mereka akan berisiko tinggi mengalami dehidrasi. Ini karena rata-rata makanan kering hanya akan memberi kucing sekitar 40 ml air, perlu diingat bahwa kucing membutuhkan minimal 200 ml air setiap hari, artinya kucing akan membutuhkan untuk minum setidaknya 160 ml air untuk mencapai minimum kebutuhan harian mereka. Faktanya, sebagian besar kucing tidak akan melakukannya. Selain itu, jika kucingmu rewel, hampir tidak ada kemungkinan mereka akan mendekati volume air itu.

Masalah utama dengan kucing yang tidak minum air cukup berasal dari fakta bahwa mereka telah berevolusi dari hewan gurun leluhur mereka dan sepanjang sejarah, sehingga kucing selalu bisa mendapatkan jumlah air yang mereka butuhkan setiap hari melalui mangsa yang mereka makan.

Artinya, kucing tidak diprogram untuk mulai minum banyak air dan akan berusaha keras untuk mengimbanginya jika mereka melakukan makan makanan kering. Coba deh sesekali berikan wetfood untuk mengimbangi asupan cairan tubuhnya.

5. Pertolongan ketika kucing dehidrasi

Jika kucingmu positif mengalami dehidrasi, segera bawa ke dokter hewan. Biasanya dokter hewan akan memberikan cairan tambahan berupa infus agar kandungan air dalam tubuh kucing seimbang kembali.

Saat kucing mencapai tahap dehidrasi, air saja mungkin tidak cukup. Jika ini masalahnya, kucing membutuhkan larutan elektrolit yang seimbang. Jika ketidakseimbangan elektrolit ini tidak diperbaiki, tubuh mereka tidak akan dapat menyerap air yang dikonsumsi dengan benar