7 Kesalahpahaman soal Kucing yang Sering Dianggap Benar

Kucing adalah hewan peliharaan yang paling umum dipelihara manusia, terutama di Indonesia. Tingkahnya yang lucu dan menggemaskan, sering kali menjadi hiburan tersendiri bagi majikan.

Ada istilah yang berkembang di kalangan cat lovers, bahwa kucing dianggap sebagai majikan yang sesungguhnya. Dan menganggap majikan asli sebagai ‘babu’ kucing, karena rela melakukan segalanya demi sang peliharaan.

credit : unsplash.com

Namun di samping hal di atas, ternyata masih banyak kesalahpahaman mengenai kucing yang berkembang di Indonesia. Kesalahpahaman ini sering kali mempengaruhi penilaian orang awam terhadap kucing. Oleh karena itu, ada baiknya kita mengetahui fakta sesungguhnya di balik kesalahpahaman mengenai kucing berikut ini.

1. Kucing hitam adalah makhluk pembawa sial

Pernahkah kamu menonton serial kartun zaman dulu, di mana kartun itu menayangkan seekor kucing hitam yang selalu menemani seorang penyihir? Jika iya, sepertinya kamu mulai menemukan kesan seram terhadap kucing berwarna hitam sejak saat itu.

Orang-orang zaman dulu juga sering mengaitkan kucing hitam dengan hal-hal mistis hingga dianggap sebagai makhluk pembawa sial. Akibatnya banyak orang yang menolak untuk memelihara kucing jenis ini.

Anggapan semacam ini tentu tidak benar adanya. Selain karena belum ada penelitian rasional mengenai hal ini, kucing yang berwarna hitam juga memiliki asal-usul genus dan jenis yang sudah diketahui secara ilmiah.Terlepas dari apapun warna bulunya, kucing adalah hewan yang membawa keberkahan dan bisa menjadi pilihan hewan peliharaan bagi manusia.

 

2. Kucing tidak bisa dilatih layaknya anjing

Banyak yang menganggap bahwa kucing memiliki sifat yang bebas dan cuek. Gambaran yang melekat kepada kucing ini tentu tidak serta merta membuat mereka tidak bisa dilatih.

Russel Hartstein, seorang pelatih kucing dan anjing asal Amerika, mengatakan bahwa kucing dapat dilatih untuk melakukan berbagai hal.

“Sebagian besar orang tidak melatih kucing karena tidak tahu caranya. Atau terlalu terpaku pada mitos bahwa kucing adalah hewan yang tidak patuh dan tidak mendengarkan.” Ujarnya.

 

3. Memelihara kucing membutuhkan biaya yang lebih sedikit dari hewan peliharaan lainnya

Banyak orang yang mengira bahwa merawat kucing sebagai hewan peliharaan membutuhkan biaya yang sedikit. Padahal kucing tidak hanya membutuhkan makanan saja, melainkan membutuhkan banyak perawatan dan perhatian lebih, agar menjaganya tetap sehat dan bahagia.

Sama halnya dengan anjing atau hewan peliharaan lainnya, kucing membutuhkan perawatan dasar seperti kontrol kesehatan ke dokter hewan, penyediaan varian makanan, fasilitas pokok seperti pasir dan kotak untuk kotoran, dan lain sebagainya.

 

4. Kucing adalah hewan penyendiri dan tidak bisa menunjukkan kasih sayang

Apabila dibandingkan dengan anjing, kucing memang memiliki sifat yang lebih cuek, terlihat selalu menyendiri dan bersikap terlalu mandiri. Meskipun begitu, bukan berarti kucing adalah hewan yang benar-benar penyendiri dan tidak bisa menunjukkan kasih sayang.

Apabila kucing sudah merasa nyaman dan aman di lingkungan yang baru, terutama kepada manusia, kucing justru akan lebih agresif menunjukkan rasa kasih sayangnya. Meskipun caranya berbeda dengan anjing.

Kita bisa menemukan sebagaian besar kucing berkembang dalam komunitas yang besar dan bersinggungan langsung dengan manusia serta hewan lainnya. Seperti yang kita temukan pada kucing liar di lingkungan pasar, kompleks, kampung, dan di manapun.

 

5. Kucing pasti menyukai susu

Tahukah kamu bahwa kucing tidak selamanya suka dengan susu. Anggapan yang salah mengenai kucing ini bisa membahayakan kesehatan kucing, sebab tubuh kucing cenderung tidak bisa menolerir laktosa yang terdapat pada kandungan susu.

Dawn Lafontain, pendiri Cat in the Box mengatakan bahwa semua hewan mamalia mempunyai kemampuan untuk mencerna susu dari induknya, maupun dari hewan lain. Hal ini karena tubuh mereka memiliki enzim laktase yang memecah protein laktosa.

Namun bagi kucing, ada masanya ketika usus mereka berhenti memproduksi enzim laktase. Jadi, sebaiknya tidak memberikan susu kepada kucing, terutama yang sudah berusia dewasa karena akan menyebabkan kucing sakit perut, muntah, dan diare.

 

6. Kucing adalah hewan yang benci air

Kucing memang dikenal tidak suka mandi, akan tetapi bukan berarti mereka benci terhadap air. Kucing hanya terlalu peka dengan suhu tubuh yang dingin, hal ini karena bulu mereka bersifat anti minyak dan halus, sehingga mereka cenderung lebih mudah kedinginan bila basah. Kucing tetap suka dengan air, kadang kala kita bisa menemukan mereka bermain keran air atau dengan sengaja mencelupkan kaki mereka ke bak air.

 

7. Tidak masalah meninggalkan kucing sendirian

Sikap kucing yang dinilai suka menyendiri, membuat sebagian majikan merasa tidak masalah meninggalkan mereka sendirian di rumah ketika sedang bepergian. Beberapa kasus bahkan diketahui kucing meninggal di rumah selama beberapa hari dengan pemikiran bahwa apabila disediakan makanan dan fasilitas yang cukup, kucing akan baik-baik saja.

Kucing juga bisa merasa cemas karena berpisah dengan tuannya, mereka juga membutuhkan perhatian, sama seperti anjing, meskipun tidak menunjukkannya secara jelas. Jadi, perhatikan fakta ini baik-baik, ya.

Itulah 7 kesalahpahaman mengenai kucing yang yang masih sering dianggap benar oleh sebagian masyarakat. Adakah yang masih kamu percayai di antara beberapa kesalahpahaman di atas?

 

source : idntimes.com
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *