Anti Ribet, 5 Tips Praktis Merawat Kucing Untuk Pemula Menurut Ahli

Memiliki hewan peliharaan memang sangat menyenangkan, serta dianggap mampu mengatasi kesepian dan stres.

Selain itu, kita juga jadi merasa memiliki sahabat baru. Nah, salah satu yang sering jadi pilihan adalah kucing.

Namun, sebelum memutuskan merawat kucing, lakukan dulu persiapan khusus untuk memastikan mereka tumbuh dengan baik nantinya, terlebih jika ini kali pertama kalinya bagi kita memiliki peliharaan.

Maka dari itu, ada banyak hal yang perlu diketahui untuk memastikan kucing sehat.

credit : unsplash.com

 

Berdasarkan dari narasumber, yaitu drh. Yusuf Adi Nugroho dari Bandungvet memberikan tipsnya.

 

1. Pikirkan dengan Matang

Pertama, pastikan keputusan kita untuk memiliki atau memelihara kucing sudah benar-benar matang.

Jangan karena emosi sesaat tiba-tiba kita mau pelihara hewan, padahal tak memiliki persiapan apa pun.

Jika memang secara spontan ingin, coba berikan jeda untuk berpikir setidaknya 2-3 hari.

Apakah kita benar-benar siap merawat kucing tersebut? Ingat, saat memutuskan untuk memelihara.

Ingat kita bertanggung jawab tidak hanya soal makanannya, tapi juga kesehatan dan kebahagian si kucing.

 

2. Perkaya Informasi

Jika sudah yakin untuk memelihara kucing, carilah informasi terkait perawatan kucing sebanyak mungkin.

Baik itu dengan bertanya pada orang yang sudah terlebih dahulu merawat kucing, membaca, ataupun berkonsultasi langsung dengan dokter hewan.

Pastikan sumbernya benar-benar bisa dipercaya, ya!

 

3. Bawa Kucing ke Dokter

Sebelum membawa kucing pulang ke rumah, disarankan agar terlebih dahulu melakukan medical check-up untuk mengetahui kondisi kucing.

Hal ini untuk mencegah penularan penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia dan sebaliknya.

“Ketika punya hewan, baik beli, adopsi, atau hasil rescue, bawa ke dokter dulu. Karena bisa saja kelihatannya sehat, gemuk, ternyata bawa penyakit,” ujar drh. Yusuf.

 

4. Pilih Makanan

Tidak ada aturan baku soal makanan. Tergantung pada kemampuan pemilik kucing untuk memilih merek makanan.

Soal frekuensi makan pun baiknya mengikuti ketentuan yang tertera di belakang kemasan makanan.

Kecuali jika kita mengadopsi kucing. “Kalau adopsi, nomor satu yang harus ditanyakan pada owner sebelumnya, dikasih makan apa? Frekuensinya gimana? kebiasaannya seperti apa?” kata drh. Yusuf.

Jika bukan adopsi, saat pertama kali sebaiknya jangan langsung membeli kemasan besar, karena bisa saja kucing tidak suka atau tidak cocok hingga menyebabkan diare.

 

5. Toilet Training

Agar kucing tidak membuang kotoran sembarangan, kita harus melatihanya.  Lebih mudah jika dilatih sejak usia 3-5 bulan.

Pertama-tama, taruh kucing di dalam kendang yang sudah dilengkapi dengan kotak pasir beserta pasirnya.

Dengan begitu, lambat laun kucing akan mengerti jika itu adalah kawasan miliknya dan di pasir itu dia harus buang air kecil dan besar.

Jika sudah terbiasa, boleh menaruh kotak pasir di luar kandang, di tempat yang mudah dijangkau kucing.

Jangan lupa, bersihkan pasir minimal 2 kali dalam sehari atau setiap kucing buang air besar atau kecil.

 

Kucing Ras Vs. Kucing Kampung

Perawatan kucing ras maupun kucing kampung secara umum sama. Hanya saja untuk kucing ras, perawatan yang diperlukan harus lebih ekstra dibandingkan dengan memelihara kucing lokal atau Kucing Domestic Shorthair (DSH).

Ketahanan kesehatan ras lebih sensitif karena mereka harus beradaptasi dengan lingkungan di Indonesia.

Setidaknya, kita harus menjaga suhu ruangan agar tetap stabil, tidak terlalu panas ataupun dingin.

“Kalau ras ini berhasil menyesuaikan diri, maka akan sehat tapi kalau enggak minimal sakit, atau jika tidak tertolong bisa mati,” jelas drh. Yusuf.

 

source : nova.grid.id
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *